Analisis Keuntungan Usahatani Dan Saluran Pemasaran Kemiri Di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2025.v2i2.146Keywords:
Farming, Marketing channels, CandlenutAbstract
This study aims to analyze the production costs, revenues, and profits of candlenut farming, as well as the candlenut marketing system in North Batukliang District, Central Lombok Regency. The study locations were selected using purposive sampling, considering the region is a center of candlenut production. The sample villages selected included Karang Sidemen Village, Lantan Village, and Aik Berik Village. Respondents were selected using a quota sampling method. The data used were primary data obtained through direct interviews with candlenut farmers and traders, and analyzed using cost and revenue analysis. The results showed that the average candlenut farming area was 1.05 ha, with land ownership dominated by small-scale farmers. The average total production cost of candlenut farming was IDR 382,701 per harvest season, consisting of variable and fixed costs. Average candlenut production reached 270 kg per harvest season with a selling price of IDR 6,200 per kg, resulting in a gross income of IDR 1,674,000. The net profit received by candlenut farmers reached IDR 1,291,299 per harvest season. The candlenut marketing system in the research area involves two marketing channels: local and inter-island, starting with farmers, village collectors, processors, and ending with end consumers. Candlenut traders earned an average profit of IDR 404,000 per month, with a return-to-consumer ratio of 1.06, indicating that candlenut marketing remains a viable business. Overall, candlenut farming and marketing in North Batukliang District positively contribute to the income of farmers and traders.
Downloads
References
Arsyad, L. (1993). Ekonomi manajerial: Ekonomi mikro terapan untuk manajemen bisnis. BPFE.
Badan Pusat Statistik. (2011). Kabupaten Lombok Tengah dalam angka 2011; Kecamatan Batukliang Utara dalam angka 2011. BPS Kabupaten Lombok Tengah.
Barani, A. M. (2006). Pedoman budidaya kemiri (Aleurites moluccana Willd). Direktorat Jenderal Perkebunan.
Ervianti, E. Y., Reniati, N., & Yoga, T. (2024). Menggali potensi pemanfaatan lahan marginal menjadi lahan produktif dalam rangka mempertahankan ketersediaan pangan di masa mendatang. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 21(1), 89–99.
Hidayatullah, M., Susila, I. W. W., & Maring, A. J. (2022). Sistem agroforestri tradisional di Sumbawa: Karakteristik, komoditas utama dan kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2), 249–261.
Hindawiyah. (2012). Studi komparasi usahatani kedelai varietas Anjasmoro dan Wilis di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat (Skripsi). Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
Jaya, I., Rafiuddin, R., & Ibrahim, I. (2025). Analisis strategi pemasaran produk kemiri dalam meningkatkan ekonomi masyarakat ditinjau dari perspektif ekonomi syariah (Studi kasus di Desa Bumi Pajo). Jurnal Ekuilnomi, 7(2), 337–345.
Muthmainnah, M., Sribianti, I., & Juliati, J. (2021). Analisis nilai manfaat ekonomi tanaman kemiri (Aleurites moluccana) di Desa Bungin Kecamatan Bungin Kabupaten Enrekang. Jurnal Eboni, 3(1), 39–48.
Nurul, H. S., Wijayanti, A. R. Y., Arafat, A. M., & Muhammad, S. (2025). Prospek pendapatan usaha tani kemiri (Aleurites moluccana) sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Desa Sambabo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Jurnal Forest Island, 3(2).
Paimin, F. R. (1994). Kemiri: Budidaya dan prospek bisnis. Penebar Swadaya.
Pradnyawati, I. G. A. B., & Cipta, W. (2021). Pengaruh luas lahan, modal, dan jumlah produksi terhadap pendapatan petani sayur di Kecamatan Baturiti. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(1), 93–100.
Pribadi, H., Rahman, A., Alam, A. S., & Fathan, M. (2023). Nilai ekonomi biodiversitas pada rotasi pengelolaan hutan kemiri (Aleurites moluccana L. Willd.) di daerah penyangga Taman Nasional Lore Lindu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 796–806.
Riyanto, B. (1986). Dasar-dasar pembelanjaan. BPFE.
Sulhatun, S. T. (2024). Pembuatan minyak nabati dari kemiri (Aleurites moluccana Willd.) dan pemanfaatan hasil samping. CV. Azka Pustaka.
Sutjipta, B. D. (2006). Analisis biaya, produksi dan R/C usahatani kenaf pada lahan bonorowo di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Jurnal Eksekutif, 3(2), 205–215.
Wibowo, S. (2007). Pengusahaan kemiri (Aleurites moluccana Willd.) di Desa Kuala, Tiga Binanga, Tanah Karo. Info Sosial Ekonomi, 7(2), 71–77.
Wijaya, J. S. (2009). Analisis ekonomi usaha tani jarak di Kabupaten Lombok Utara. Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Soni Febriansyah, Taslim Sjah, Candra Ayu (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









