Analisis Usahatani Pertanian Lahan Kering Melalui Integrasi Pertanian Dan Ternak Di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Nuzuly Ilmia Cerminand Yayasan Tajuk Indonesia, Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Ulfa Nurwiana Yayasan Tajuk Indonesia, Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Mai Rizali Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2024.v1i1.2

Keywords:

Agricultural development, Dry land, Livestock integration, Income, Production costs

Abstract

The development of the agricultural sector is the mainstay of economic development. Empowerment of land resources as a basis for agricultural activities should receive more emphasis and attention from the government and other related parties. For this reason, strategic steps are needed to build public opinion and the government that dry land is the hope for the future of agricultural development to increase food security. The study used a descriptive method. The data collection technique used a survey technique. This study was conducted in North Lombok Regency, precisely in Bayan District, which was determine4d by "purposive sampling" with consideration of Bayan District. The results of the study showed that there were 7 types of planting and livestock patterns applied by respondent farmers in the dry land area of ​​Bayan District, North Lombok Regency with a combination of plant types that varied quite a lot between planting patterns, namely corn, rice, peanuts and cassava. Each planting pattern is integrated with livestock. Of the 7 planting patterns, there are 3 dominant planting patterns carried out by farmers, namely, the corn + livestock planting pattern as much as 40%, then the rice + livestock planting pattern (26.25%) and 16.25% for the rice + corn + livestock planting pattern. The cropping and livestock pattern that provides the highest income at the research location is rice + corn + livestock (X6) of 10,995,510.00 per hectare per year and the lowest income is in the peanut + livestock planting pattern (X4) of 2,808,721.60 per hectare per year.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, 1995. Linier Programming. Diktat Kuliah. Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2000. Integrasi Sapi di Lahan Pertanian (Crop Livestock Production Systems). Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2005. Integrasi Tanaman Ternak di Indonesia. Departemen Pertanian. Jakarta.

Balai Informasi Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat, 1990. Pedoman Usahatani Konservasi Lahan Kering. Departemen Pertanian. Balai Informasi Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram.

Barnard, C.S. dan Nix, J.S. 1979. Farm Planning and Control. Second Edition, Cambridge Universitas Press. Cambridge. London.

Beneke, Raymond R. dan Ronald Winterboer, 1973. Linear Programming Applications to Agriculture. The Iowa State University Press, AMES. 244 p

Biro Pusat Statistik, 1996. Sensus Pertanian 1993: Ringkasan Hasil. BPS–Jakarta.

Biro Pusat Statistik NTB, 2007. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka. Biro Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mataram.

Diwyanto, K. 2001. Model Perencanan Terpadu : Integrasi Tanaman - Ternak (Crop-Livestock System). Makalah Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteiner, Auditorium Balai Penelitian Veteriner Bogor. Bogor. 17-18 September 2001.

Diwyanto, K dan B. Haryanto. 2003. Integrasi ternak dengan usaha tanaman pangan. Makalah disampaikan pada Temu Aplikasi Paket Teknologi di BPTP Kalimantan Selatan. 8-9 Desember 2003 di Banjarbaru.

Dover, M. dan Talbot, L.M. 1987. To Feed The Earth: Agroecology for Sustainable Development. Washington DC : World Resources Intitute.

Gujarati, D.N. 1995. Basic Econometrics. Third Edition, McGraw-Hill International Editions, McGraw-Hill, Inc., Singapore.

Hariadi, Z. 2009. Optimalisasi Alokasi Sumberdaya Pertanian pada Usahatani Lahan Kering di Kecamatan Bayan Lombok Barat. Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram.

Ilyas, B. 1988. Kajian Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Fertilitas Pasangan usia Subur Dalam Rangka Pengelolaan Kependidikan. Dalam Majalah Demografi Indonesia. Nomor 27 LPFEUI. Jakarta

Indriati, A. 1992. Optimalisasi Penggunaan Sumberdaya Pertanian pada Berbagai Pola Tanam Tumpangsari di Daerah Lahan Kering Dalam Kaitannya dengan Tingkat Konsumsi (Kasus di Desa Patukrejo, Malang, Jawa Timur). Thesis, Program Pascasarjana KPK UGM-Unibraw. Malang.

Jakranah, 2002. Pengaturan Jenis Tanaman untuk mengoptimalkan Penggunaan Sumberdaya lahan Sawah Tadah Hujan di Kecamatan Sekotong Tengah Kabupaten Lombok Barat. Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Mataram.

Kappa, M.M.J. 2001. Produktivitas Usahatani dalam Sistem Pertanian Terpadu : Studi Kasus di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT (Integrated Farming System Productivity : A Case Study In Amarasi, Kupang District, NTT).

Kariyasa, K. dan Pasandaran. 2005. Dinamika Struktur Usaha dan Pendapatan Tanaman dan Ternak Terpadu. Prosiding Kelembagaan Tanaman dan Ternak Terpadu. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Kristanto, K., A.K. Saleh dan S. Paembonan. 1985. Peranan Peternakan dan Pertanian Lahan Kering dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga. Dalam Mubyarto (ed.) Peluang Kerja dan Berusaha di Pedesaan. BPEE, Yogyakarta.

Lionberger, H.F. 1960. Adoption of New Ideas and Practices. The Iwa State Universiti Press, Ames.

Mubyarto, 1985. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta.

Nachrowi, D.N. dan H. Usman. 2005. Penggunaan Teknik Ekonometrika. Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Najib, M.E.S., Rohaeni dan Tarmudji. 1997. Peranan Ternak Sapi dalam Sistem Usahatani Tanaman Pangan di Lahan Kering. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Bogor, 18-19 Nopember 1997. Jilid II. P. 759. -766.

Nasendi, B.D. dan A. Anwar. 1985. Program Linier dan Variasinya. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.

Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Ghalia, Indonesia. Jakarta.

Paripurno, W.A. dan Soekartawi. 1989. Perencanaan Pertanian Tanaman Pangan. Melalui Pendekatan Linier Programming. Agritiva, Vol. 12/13, Januari 1989 - Juni 1989.

Prajitno, D. 1988. Pengelolaan Teknologi Produksi Tanaman Dalam Memantapkan Swasembada Pangan Khususnya di Lahan marginal. Kertas Kerja disajikan pada Diskusi Panel PERAGI, Bogor.

Pranajdi, T. 2000. Beberapa Aspek untuk Antisipasi Pembangunan Pertanian Abad 21. Makalah di Sampaikan pada Pelatihan Pemahaman ASPEC Sosial dan Budaya Masyarakat dalam Perencanaan dan Penerapan Teknologi. Kerjasama Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Jatinago. Sumedang.

Prawirokusumo, S. 1994. Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Lewat Peternakan. Makalah Pidato Dies Natalis XXV Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta.

Rahardi, F. dan R. Hartono. 2006. Agribisnis Peternakan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Reijntjes, C., H. Bertus dan A. Waters-Bayer. 1999. Pertanian Masa Depan Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah. Kanisius. Yogyakarta.

Roger, M.E. dan F. Shoemaker. 1971. Communication of innovation. Second Edition, The Free Press, Collier Mac-Milan, 1971.

Saleh, A. 1992. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani dengan Tingkat Penerapan Sapta Usahatani pada Usahatani kedelai (Studi Komparatif di dua Kecamatan Wonorejo dan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur). Thesis, Program KPK UGM-Unibraw.

Siagian, T. D. 1991. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani dengan Penerapan dan Pengembangan Budidaya Tebu Lahan Kering di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Thesis, Program Studi Ekonomi Pertanian, Jurusan Ilmu-ilmu Pertanian, Fakultas Pascasarjana, Program KPK Universitas UGM-Universitas Brawijaya Malang, 1991.

Simanjuntak, P.J. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.

Soedarmanto, 1994. Penerapatan Teknologi Pendidikan Penyuluhan Untuk Meningkatkan Adopsi Inovasi Pertanian. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Dalam Ilmu Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Soekardono, 1985. Pengaruh Usahatani Ternak Sapi Terhadap Alokasi Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Ternak Sapi di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Thesis, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Gajah Mada dan Program KPK/P5S UGM-Unibraw.

Soekartawi, 1989. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian : Teori dan Aplikas. Rajawali Pers, Jakarta.

Soekartawi, 1995. Agribisnis: Teori dan Aplikasi . Rajawali Press. Jakarta.

Soekartono, A.S., J.L. Dillon dan J.B. Hardaker. 1986. Ilmu UsahaTani dan Penelitiannya untuk Pengembangan Petani Kecil. Penerbit Universitas Indonesia.

Sugiyono, 2005. Statistik Untuk Penelitian. Alfa Beta. Bandung.

Supranto, J. 1980. Linier Programming. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Sutedjo, M.M. dan A.G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah : Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian. Rineka Cipta, Jakarta. H.129 -130.

Taha, H.A. 1996. Riset Operasi: Suatu Pengantar. Binarupa Aksara, Jakarta.

Tohir, K.A. 1983. Seuntai Pengetahuan Tentang Usaha Tani Indonesia. PT. Bina Aksara. Jakarta.

Zaenuri, L.A., T.S. Panjaitan, Hermansyah P., Dahlanuddin dan Musan. 2003. Persepsi Peternak NTB Terhadap Sapi Bali. Laporan Hasil Survei Kerjasama BPTP NTB dengan Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Mataram.

Downloads

Published

2024-10-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nuzuly Ilmia Cerminand, Ulfa Nurwiana, & Mai Rizali. (2024). Analisis Usahatani Pertanian Lahan Kering Melalui Integrasi Pertanian Dan Ternak Di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Agroinovasi: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 1(1), 1-9. https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2024.v1i1.2

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2