Integrasi Awig-Awig dan Sistem Pamali dalam Membangun Resiliensi Sosial-Ekologis Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Sabira Yuliandini Universitas Mataram Author
  • Muhamad Sarjan Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2026.v3i2.153

Keywords:

Kearifan Lokal, Resiliensi Sosial-Ekologis, Awig-Awig, Sistem Pamali, Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

Abstract

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat semakin mendapat perhatian sebagai pendekatan strategis dalam mewujudkan keberlanjutan ekologi di tengah meningkatnya tekanan terhadap sumber daya hutan akibat perubahan penggunaan lahan, eksploitasi sumber daya, dan perubahan iklim. Di Indonesia, kearifan lokal seperti Awig-Awig dan sistem Pamali telah lama berperan sebagai mekanisme sosial dalam mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Namun, kajian yang mengintegrasikan kedua sistem tersebut dalam perspektif resiliensi sosial-ekologis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran integratif Awig-Awig dan sistem Pamali dalam membangun resiliensi sosial-ekologis pada pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian yang relevan mengenai kearifan lokal, pengelolaan hutan berbasis masyarakat, serta resiliensi sosial-ekologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis melalui proses sintesis konseptual terhadap berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Awig-Awig berfungsi sebagai instrumen kelembagaan adat yang mengatur hak, kewajiban, dan mekanisme pengawasan masyarakat, sedangkan sistem Pamali memperkuat kepatuhan melalui internalisasi nilai budaya dan etika lingkungan. Integrasi kedua sistem tersebut mampu memperkuat tata kelola kolaboratif, meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan fungsi ekologis hutan dengan kontribusi konseptual berupa penguatan model pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal yang dapat dijadikan landasan dalam pengembangan kebijakan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, W. M. A. (2025). Peran Awig-Awig Dalam Mengatur Penggunaan Tanah Adat di Bali. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan 15(12). 1-14. DOI: https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Anggraeni, N. D., Darni, D., Ahmadi, A., & Subandyah, H. (2025). Social Resilience and Ecological Repercussions in Tere Liye’s Si Anak Pemberani. Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 3, 34-46. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/3220

BPS. (2025). Kecamatan Batukliang Utara Dalam Angka (Jakarta: Badan Pusat Statistik).

Burhani, M. I. (2025). Integrasi Nilai Adat dan Islam Dalam Konservasi Hutan Adat Mandala (Studi Kasus Adat Awig-Awig di Desa Adat Bayan. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin 5(5). 1072-1086. https://doi.org/10.60126/maras.v3i3.1178

Hamzah, B., & Dian. A. L. H. (2025). Integrasi Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat: Analisis Keberlanjutan di Indonesia. Jurnal Hutan dan Masyarakat 17(1). 73-87.

Hidayat, R. P., & Pradika. A. W. (2026). Analisis Pengelolaan Community-Based Forest Conservation Sebagai Upaya Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan: Studi Kasus Taman Wisata Alam Guci, Kabupaten Tegal. Ulin, J Hut Trop 10(1). 46-58. https://doi.org/10.32522/ujht.v10i1.25204

Irrubai, M. L. (2018). Kearifan Lokal Awik-Awik di Lombok (Bandung: CV. Miracle Gate)

Isfana, Q., Firda, A., & Junaidi, I. (2025). Integrasi Kearifan Lokal Dalam Reboisasi Hutan Lindung Batukliang Utara. Journal of Community Development and Empowerment 1(5). 103-108. https://doi.org/10.70716/jocdem.v1i5.286

Jayadi, E. M., Soemarno., Bagyo. Y., Mangku. P. (2014). Local Wisdom Transformation of Wetu Telu Community on Bayan Forest Magement, North Lombok, West Nusa Tenggara. Research on Humanities and Social Sciences 4(2). 109-118.

Jayadi, E. M., & Soemarno. (2013). Analisis Transformasi Awig-Awig Dalam Pengelolaan Hutan Adat (Studi Kasus Pada Komunitas Wetu Telu di Daerah Bayan, Lombok Utara). Indonesian Green Technology Journal 2(2). 39-51.

Leroux, Y. A. (2016). Peralihan Pengelolaan Tanah Kawasan Hutan Kemasyarakatan dan Implikasi Hukumnya (Studi di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah). Jurnal IUS 4(3), 528-537.

Mawardi, Lalu. A., & Leksono. P. S. (2009). Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan: Studi Kasus di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Tesis Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada.

Murdani, (2020). Mengelola dan Menjaga Hutan Aik Berik. https://www.walhi.or.id/mengelola-dan-menjaga-hutan-aik-berik.

Mukhtar, Soemarno., & Kliwon. (2010). Pengelolaan Program Hutan Kemasyarakatan Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus di Kawasan Hutan Lindung Sesaot Lombok Barat. Jurnal WACANA 13(1). 132-152.

Mutia, T. (2019). Pengelolaan Hutan Berbasis Awig-Awig Masyarakat Adat Bayan Lombok Utara Dalam Pendekatan Etnografi. Disertasi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang.

Novitasari, A. Kemampuan Pengetahuan Ekologis dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa. BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro 16(1). 120-125.

Purwanto, D., Ris. H. P., & Priyono. S. (2014). Strategi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Berbasis Awig-Awig di Kabupaten Lombok Utara. Tesis Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Pratama, A. C., & Rijanta, R. (2021), Pengelolaan Berbasis Gender Pada Hutan Kemasyarakatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Legal Reasoning 3(2). 80-99.

Priyono, B. B., Suhadi. P., & Widyastuti. P. (2025). Biosentrisme dan Ekosentrisme: Alternatif Pandangan Filsafat Lingkungan Terhadap Krisis Alam di Era Antroposentrisme. Jurnal Filsafat Indonesia 8(2). 280-291.

Rahman, A., Nizar. F. A., Hayin. A. P., & Rio. M. S. Model Mitigasi Bencana Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukeliang Utara Kabupaten Lomboko Tengah. Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah 14(2). 180-197. https://doi.org/10.33701/jiapd.v14i2

Siregar, C. A., Alfonsus. H. H., Dalilah., Sidiq. C., & Soraya. U. (2018). Distribusi Tanaman dan Nilai Ekonomi Hutan Kemasyarakatn di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 16(2). 115-131.

Sugar, F. R., & Dominikus. Z. D. (2-25). Antroposentrisme dan Krisis Lingkungan Dalam Perspektif Ensiklik Laudato Si’. CAKRA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 6(1). 1-17. DOI: https://doi.org/10.46348/car.v6il.307

Sutomo, Sitti. L., & Budhy, S. (2013). Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Persepsi Masyarakat Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tentang Perubahan Iklim di Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Universitas Mataram 1-13.

Wahyu, A., Suharjito. D., Darusma, D., & Syaufina. L. (2020). The Development of Community-Based Forest Management in Indonesia and Its Contribution to Community Welfare and Forest Condition. IOP Conf.Series: Earth and Environmental Science 528. 1-16. https://doi.org/10.1088/1755-1315/528/1/012037

Downloads

Published

2026-07-13

How to Cite

Yuliandini, S., & Sarjan, M. (2026). Integrasi Awig-Awig dan Sistem Pamali dalam Membangun Resiliensi Sosial-Ekologis Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Agroinovasi: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 3(2), 64-76. https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2026.v3i2.153

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3