Analisis Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok Di Teaching Factory Politani Kupang

Authors

  • Heri Murtawan Politani Negeri Kupang Author
  • Lusia Alves Dasilva Politani Negeri Kupang Author

DOI:

https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2026.v3i1.142

Keywords:

Clarias gariepinus, bioflok, pembesaran ikan lele, Teaching Factory, kelayakan usaha

Abstract

Budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas akuakultur air tawar yang memiliki prospek ekonomi tinggi dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat. Penerapan teknologi bioflok menjadi alternatif budidaya yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, memperbaiki kualitas air, serta mendukung peningkatan produktivitas budidaya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pembesaran ikan lele Sangkuriang menggunakan sistem bioflok serta mengevaluasi kelayakan usaha yang diterapkan di Teaching Factory (TEFA) Politani Kupang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung terhadap seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan wadah, pembentukan media bioflok, penebaran benih, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, pengelolaan kualitas air, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan pemasaran. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan pertumbuhan ikan, kualitas air, tingkat kelangsungan hidup, dan analisis kelayakan usaha menggunakan indikator Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bioflok mampu mendukung pertumbuhan ikan secara optimal, dengan bobot rata-rata meningkat dari 13 g pada minggu pertama menjadi 450 g pada minggu ketujuh, sedangkan panjang rata-rata meningkat dari 5 cm menjadi 28,8 cm. Kualitas air selama pemeliharaan berada pada kisaran optimal dengan suhu 25–30°C, pH 6,0–8,0, dan oksigen terlarut 5–8 ppm. Analisis ekonomi menunjukkan nilai R/C sebesar 1,1 yang mengindikasikan bahwa usaha pembesaran ikan lele sistem bioflok layak secara finansial dan berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis produksi di pendidikan vokasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrianto, I. E., Ir Evi Liviawaty, M. P., Jamaris, I. Z., & Hendi, S. P. (2015). Penyakit ikan. Penebar Swadaya Grup.

Alfidyah, M. (2025). Optimasi Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) dengan Sistem Bioflok pada Skala Rumah Tangga. Jurnal Perikanan Indonesia, 1(1), 15-21.

Andriani, Y., & Nurinsani, R. A. (2025). Sistem Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) dalam Kolam Terpal dengan Teknologi Nano Bubble. Journal of Fish Nutrition, 5(1), 55-67.

Avnimelech, Y. (1999). Carbon/nitrogen ratio as a control element in aquaculture systems. Aquaculture, 176(3–4), 227–235.

Avnimelech, Y. (2006). Bio-filters: the need for an new comprehensive approach. Aquacultural engineering, 34(3), 172-178.

Avnimelech, Y. (2009). Biofloc technology: a practical guide book (pp. x+-182).

Corio, D., Suhaimi, K. S., Yuliansyah, H., Wijayanti, H., Putra, E. P. D., Kananda, K., ... & Saputra, E. M. (2025). Penerapan sistem automasi pemberian pakan pada budidaya lele metoda bioflok di Desa Way Hui Kecamatan Jati Agung. Jurnal Abditani, 8(1), 81-90.

Crab, R., Defoirdt, T., Bossier, P., & Verstraete, W. (2010). Biofloc technology in aquaculture: Beneficial effects and future challenges. Aquaculture, 356–357, 351–356.

De Schryver, P., Crab, R., Defoirdt, T., Boon, N., & Verstraete, W. (2008). The basics of bio-flocs technology: The added value for aquaculture. Aquaculture, 277(3–4), 125–137. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2008.02.019

Ekasari, J., Angela, D., Waluyo, S. H., Bachtiar, T., Surawidjaja, E. H., Bossier, P., & De Schryver, P. (2014). The size of biofloc determines the nutritional composition and the nitrogen recovery by aquaculture animals. Aquaculture, 426–427, 105–111. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2014.01.023

Food and Agriculture Organization. (2022). The State of World Fisheries and Aquaculture 2022: Towards Blue Transformation. FAO. https://doi.org/10.4060/cc0461en

Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2001). Cost Management: Accounting and Control (3rd ed.). South-Western College Publishing.

Hargreaves, J. A. (2006). Photosynthetic suspended-growth systems in aquaculture. Aquacultural Engineering, 34(3), 344–363.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kurniawan, D. W. (2019). Analisa pengelolaan pakan ikan lele guna efisiensi biaya produksi untuk meningkatkan hasil penjualan. Iqtisha Dequity jurnal Manajemen, 2(1).

Luo, G., Gao, Q., Wang, C., Liu, W., Sun, D., Li, L., & Tan, H. (2014). Growth, digestive activity, welfare, and partial cost-effectiveness of genetically improved farmed tilapia cultured in a recirculating aquaculture system and a biofloc system. Aquaculture, 422–423, 1–7. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2013.11.023

Maharani, K. D., Zakiah, Z., & Faradilla, C. (2026). Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Budidaya Ikan Lele Bioflok dan Kolam Tanah (Studi Kasus pada Geukom Agrifarm dan Usaha Mandiri, Kota Banda Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 11(1), 79-87.

Ma'ruf, M., Raharjo, K. A., Suprihandari, M. D., & Wahyuni, S. (2024). Analisis Kinerja Berbasis Akuntansi Keberlanjutan (sustainable accounting) Pada Usaha Budidaya Ikan Lele di farm fish boster centre kabupaten sidoarjo. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Bisnis Dan Teknologi Informatika, 1(3), 126-139.

Mercy Corps. (2005). Design, Monitoring and Evaluation Guidebook. Mercy Corps.

Muhammad, W. N., & Andriyanto, S. (2013). Manajemen budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di kampung lele, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Media Akuakultur, 8(1), 63-72.

Novita, et al., (2020). Teknik pembuatan media bioflok pada budidaya ikan lele. (Referensi sebagaimana tercantum dalam dokumen).

Putri, B. (2015). Efektivitas penggunaan beberapa sumber bakteri dalam sistem bioflok terhadap keragaan ikan nila (Oreochromis niloticus). E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 4(1), 433-438.

Salamah, S., & Zulpikar, Z. (2020). Pemberian probiotik pada pakan komersil dengan protein yang berbeda terhadap kinerja ikan lele (Clarias sp.) menggunakan sistem bioflok. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 21-27.

Subandiyono, & Hastuti, S. (2010). Buku Ajar Nutrisi Ikan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani (Edisi revisi). Jakarta: Penebar Swadaya.

Wijaya, M., Rostika, R., & Andriani, Y. (2016). Pengaruh pemberian C/N rasio berbeda terhadap pembentukan bioflok dan pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Perikanan Kelautan, 7(1).

Xu, W. J., Morris, T. C., & Samocha, T. M. (2012). Effects of two commercial feeds for semi-intensive and biofloc culture of juvenile Litopenaeus vannamei. Aquaculture, 364–365, 127–134.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Murtawan, H., & Dasilva, L. A. (2026). Analisis Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok Di Teaching Factory Politani Kupang. Agroinovasi: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 3(1), 48-63. https://doi.org/10.71024/agroinovasi.2026.v3i1.142

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3